Cara Konveksi Tas Seminar Memproduksi Secara Masal

 

Produksi tas secara massal bisa terlihat sederhana tapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukannya. Produksi tas secara massal biasa dilakukan oleh konveksi tas seminar untuk memenuhi kebutuhan konsumer mereka. Teknik produksi massal pada dasarnya melakukan satu langkah dari sebuah proyek ke semua item sebelum beralih ke langkah berikutnya dan kemudian melakukan langkah itu ke semua proyek sebelum melanjutkan lagi. Luangkan waktu untuk menganalisa proyek sebelum memulainya. Langkah pertama, pilih bahan yang sesuai untuk pembuatan tas, bisa terbuat dari kanvas, kain atau bahan lainnya. Kemudian siapkan mesin jahit dan peralatan lainnya seperti setrika dan papan setrika.

Mulailah dengan melakukan semua pemotongan sekaligus. Potong semua bahan tas pada satu waktu. Tempat konveksi tas seminarbiasanya menggunakan gergaji yang akan memotong tumpukan kain yang besar. Anda tidak perlu berinvestasi dalam peralatan anak itu untuk memotong beberapa barang sekaligus.Pilih alat pemotong rotary atau gunting gunting besar untuk memotong.Tumpukan kain Anda hanya setebal alat pemotong sehingga akan mudah dipotong. Terlalu tebal bisa merusak gunting dan menyebabkan pemotongan yang tidak akurat.Sejajarkan selvages dan pertahankan butiran lurus pada setiap lapisan.Jauhkan setiap lapisan halus dan bebas kerut. Itulah cara memotong bahan tas secara massal sebelum lanjut untuk ke tahap penjahitan yang akan menggabungkan semua potongan bahan tas tersebut.

Tempat konveksi tas seminarbiasanya melakukan proses penjahitan tas secara manual yakni dengan menjahit tas satu persatu. Hal ini karena dibutuhkan ketelitian untuk memproduksi tas. Namun untuk pabrik tas yang sudah sangat besar, biasanya menggunakan mesin untuk melakukan proses penjahitan secara massal agar waktu yang dibutuhkan selama produksi bisa lebih dikurangi namun dengan hasil yang tetap maksimal. Untuk produksi tas yang hanya berkisar 50 buah hingga 100 buah saja, biasanya dikerjakan sendiri dengan tenaga manusia dengan menjahit dan menggabungkan setiap potongan bahan satu persatu. Hal tersebut justru akan membuat hasil produksi lebih bagus karena penjahit dapat meneliti kekurangan bahan dan melihatnya secara langsung.