Menanam Pohon Rambutan di Tangerang

Menanam Pohon Rambutan di Tangerang

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengelar gerakan menanam sebanyak 1.000 pohon rambutan parakan yang merupakan flora khas daerah ini kepada warga yang tersebar pada 29 kecamatan. “Pihak terkait supaya membagikan bibit kepada warga yang memiliki lahan untuk ditanam,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Kamis 2 Maret 2017. Ahmed mengatakan pelopor gerakan menanam rambutan tersebut dimulai di Desa Kadu Sirung, Kecamatan Pagedangan oleh penduduk setempat. Namun gerakan penanaman rambutan itu dimotori Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) dengan menyediakan bibit dengan bekerja sama dengan penduduk di Kecamatan Pagedangan. Rambutan parakan memiliki rasa yang gurih, buahnya tidak banyak mengandung air dan mudah terkelupas dengan biji bila digigit. Bahkan tanaman itu sangat berbeda dengan rambutan lainnya di Indonesia seperti dari Aceh, Medan, Pabuaran, Kabupaten Subang,

Jabar maupun dari Jawa Timur Jual Bibi Rambutan. Pohon rambutan itu tumbuh tidak terlalu tinggi dalam hitungan 1,t 5 tahun hingga dua tahun sejak ditanam sudah berbunga dan menghasilkan buah. Demikian pula pada musim rambutan, banyak warga dari daerah lain yang ingin membeli karena memiliki rasa yang manis dan tidak banyak mengandung air. Menurut dia, selain di Pagedangan, rambutan itu juga banyak tumbuh di Kecamatan Legok, Curug, Rajeg, Panongan maupun di Pasar Kemis. “Beberapa tahun lalu, banyak lahan penduduk yang memiliki rambutan parakan dibeli pengembang perumahan, maka akhirnya pohon ditebang,” katanya. Sebagai contoh tanaman itu tumbuh subur di Pasar Kemis, Cikupa, Rajeg maupun Balaraja, tapi belakangan ini sudah mulai sulit diperoleh saat musim rambutan karena ditebang dan sebagian mati karena usia. Pada musim rambutan, malahan parakan banyak dijual pedagang yang dibeli dari Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jabar yang merupakan perbatasan dengan Kecamatan Legok. Dia menambahkan, bila tidak dimulai penanaman 1.000 pohon itu dikhawatirkan flora khas daerah ini hanya tinggal kenangan.