Karena Sejarah Kepulauan Raja Ampat Dapat Memikat

Wisata Raja Ampat

Siapa yang tidak mengenal tempat wisata Kepulauan Raja Ampat yang terletak di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Tempat wisata alam Kepulauan Raja Ampat ini terkenal dengan keindahan pemandangan bawah lautnya yang mempesona bagi setiap mata yang memandangnya dengan beragam biota laut yang hidup didalamnya.Tidak hanya menyugukan keindahan alam yang indah dan unik, namun keberadaan wisata alam kepulauan Raja Ampat juga menyuguhkan cerita menarik dibalik penamaan Raja Ampat ini. Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Batanta, keempat pulau ini letaknya berdekatan dan saling terhubung dengan suatu kombinasi pemandangan alam yang indah.

Menurut cerita masyarakat sekitar, nama Raja Ampat berasal dari cerita sepasang suami istri yang tinggal dihutan dan hidup dengan cara berladang. Pada suatu hari suami istri pergi kehutan untuk mencari kayu bakar, hingga sampai ditepian pulau sang istri tanpa sengaja menemukan tujuh butir telur naga. Oleh keduanya, suami istri ini membawa ketujuh telur tersebut kerumahnya dan diletakkan pada sebuah kamar. Pada saat malam hari, terdengar suara berisik dari dalam tersebut sehingga membuat rasa penasaran suami – istri ini, lalu mereka memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi didalam kamar tersebut. Setelah mereka masuk, alangkah terkejutnya mereka setelah melihat telur-telur tersebut menetas. Empat buah telur menetas dan melahirkan empat orang putera berpakaian sutra seperti keturunan raja, satu buah telur menetas menjadi seorang anak perempuan, satu buah telur menjadi batu dan satu buah telur lagi raib menjadi makhluk halus. Empat orang putera yang berasal dari telur tersebut lambat laun menguasai dan menjadi raja yang adil dan bijaksana di empat pulau yang telah disebutkan tadi yakni Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Batanta, sedangkan telur lainnya yang menjelma menjadi  wanita hidup dipulau terpisah, telur yang menjelma menjadi batu diberinama Kapatnai oleh kepercayaan masyarakat setempat masih disembah dan diperlakukan seperti seorang raja, sedangkan telur yang raib menjadi makhluk halus tidak tahu keberadaannya dimana.

Kepercayaan tentang cerita dongeng ini oleh sebagian besar penduduk sekitar kepulauan raja ampat masih dipercaya, karena menurut mereka dengan mempercayai legenda para leluhur dan nenek moyang mereka dahulu mereka dapat mempertahankan tradisi dan kearifan lokal tempat tinggal dan tanah kelahiran mereka. Maka kemudian tidak heran, apabila keindahan alam wisata kepulauan raja ampat akan semakin unik dengan keberadaan tradisi-tradisi lokal yang masih dipertahankan oleh penduduk setempat hingga saat ini.

Setiap tempat memiliki kisah, begitu pula dengan cerita Raja Ampat yang mulai mendunia dengan keindahan bahari dan segenap cerita yang melegenda dari hanya sekedar sejarah dongeng menjadi keindahan Raja Ampat sekarang yang memikat.